Kembali ke Halaman Utama About Bintang Fajar Transportindo Bintang Fajar Tranasportindo Facilities Order Transportation Contact Us

Service Bintang Fajar Transportindo

Sebagian besar industry and logistic provider (PMA) di Indonesia, telah mengimplementasikan Supply Chain Management (SCM) system untuk meningkatkan distribusi penjualan, dan Zero Inventory Management (ZIP/ ZIM) system untuk menekan biaya pergudangan, mulai dari sewa gudang, tenaga kerja, listrik, penyusutan kualitas selama penyimpanan dan biaya-biaya lainnya. Kenyataannya, sistem yang diimplementasikan tidak dapat berjalan sesuai harapan, hal ini disebabkan kompleksnya permasalahan dalam mengontrol lead time (Days of Supply / DOS).

Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan SCM dan ZIP/ ZIM. Salah satu faktor penting adalah transportasi, baik darat maupun laut, karena transportasi tergantung oleh banyak faktor diluar kendali perusahaan. Di Indonesia transportasi darat, khususnya trucking masih menjadi pilihan utama, karena relatif mudah tersedia. Demikian untuk transportasi laut masih menjadi dominan untuk lokasi di daerah terpencil. Dengan demikian, untuk saat ini masih sulit untuk mendapatkan jasa trucking yang dapat mendukung penerapan SCM dan ZIP/ ZIM, khususnya untuk area kerja luar Jawa dengan pengalaman dalam menangani Trucking/ Container dan distribusi, serta pengetahuan tentang sistem yang diterapkan Logistic Management. Beberapa faktor penting dapat mempengaruhi kinerja, yang dapat di-identifikasikan berdasarkan pengalaman dalam menangani angkutan darat (Trucking/ Container) khususnya untuk wilayah Sumatera yang dapat menghambat target service, diantaranya :

I. Faktor Internal (Predictable)
  a. Kondisi kendaraan
  b. Pengaturan pengemudi
  c. Pengaturan bongkar muat
   
II. Faktor External (Predictable)
  a. Kondisi lalu lintas
  b. Tingkat kriminal
     
III. Kejadian Diluar Dugaan
  a. Kecelakaan
  b. Kemacetan
  c. Kerusakan kendaraan ketika dalam perjalanan
  d. Bencana alam
  e. Gangguan bongkar muat

Untuk mengatasi hal tersebut, kami telah memiliki Standard Operating Procedure, kecuali untuk kasus – kasus yang tergolong force majeure yang benar – benar diluar kemampuan kami.

STANDARD OPERATING PROCEDURE
A. Prosedur Standar untuk Kendaraan dan Pengemudi
  1. Truk atau Container yang akan digunakan telah berada dalam kondisi baik, dan telah diperiksa oleh teknisi kami, sesuai SOP garasi kami.
  2. Pengemudi telah dilengkapi dengan ID Card, jelas terdata dalam management dan berpakaian rapih.
  3. Tiap truk diwakili oleh 2 orang ( pengemudi dan kernet)
     
B. Prosedur Muat
  1. On Time Schedule 1 x 24 Jam.
Standby 2 x 24 Jam.
Pelaksanaan muat dapat dilaksanakan setiap hari kerja, kecuali pada peak season dapat dilakukan pada hari libur.
  2. Semua barang yang diangkut di-asuransikan oleh klien.
  3. Truk yang dikirim ke tempat muat sesuai permintaan klien disertai oleh kerani dengan tugas:
    a. Melaporkan kepada petugas ditempat muat bahwa truk telah siap muat.
    b. Menghitung dan mencatat jumlah serta kondisi barang yang dimuat, membuat, dan menandatangani dokumen – dokumen versi klien.
  4. Pencatatan jumlah dan kondisi barang yang dimuat, hanya dilakukan pada saat barang naik truk atau konteiner.
  5. Formulir Berita Acara Muat berisi :
    a. Informasi klien.
    b. Informasi truk / konteiner.
    c. Nama, spesifikasi, jumlah dan kondisi barang yang dimuat.
    d. Tanda tangan kerani, driver, petugas muat / penanggung jawab gudang.
       
C. Prosedur Bongkar
  1. 24 jam sebelum bongkar, kami akan menginformasikannya kepada penerima, sehingga dapat dipersiapkan segala sesuatunya.
  2. Setiap bongkar muatan, PT. Bintang Fajar Transportindo akan mengirimkan krani/ pengemudi yang bertugas :
    a. Melaporkan kepada petugas ditempat bongkar bahwa truk telah siap dibongkar.
    b. Menghitung serta mencatat jumlah serta kondisi barang yang sedang dibongkar, membuat dan menandatangani dokumen - dokumen sesuai dengan prosedur yang diterapkan oleh klien.
  3. Pencatatan jumlah dan kondisi barang yang dibongkar, hanya dilakukan pada saat barang turun dari truk atau konteiner (tidak setelah barang dibawa ke gudang)
  4. Formulir berita acara bongkar berisi :
    a. Informasi klien.
    b. Informasi truk dan konteiner.
    c. Nama, spesifikasi, jumlah dan kondisi barang yang dimuat.
    d. Tanda tangan kerani, driver, petugas bongkar / penanggung jawab gudang.
  5. Kerusakan barang yang terjadi selama pemindahan dari truk atau kontainer ke gudang, bukan menjadi tanggung jawab PT. Bintang Fajar Transportindo
  6. Dokumen – dokumen muatan yang harus kembali kepada pengirim, akan kami serahkan paling lama 5 - 7 hari kerja, setelah barang dibongkar di tujuan.

CLAIM PROCEDURE
Untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan dan dapat merugikan kedua belah pihak, perlu disusun kesepakatan bersama antara PT. Bintang Fajar Transportindo , klien dan pihak asuransi dalam menentukan Claim Procedure.

ON THE WAY & TRUCKING CONTAINER PROCEDURE
1. Setiap truck / Driver diwajibkan melapor pada Pit Stop yang telah ditentukan disepanjang jalan daerah tujuan.
2. Posisi terakhir truk, dapat diketahui setiap pukul 10:00 WIB dan 15:00 WIB, dengan menghubungi kantor pusat PT. Bintang Fajar Transportindo
3. Apabila terjadi kendala dalam operasional kendaraan, dalam perjalanan terjadi pergantian truk, ataupun striping container, kami akan menginformasikan kepada client dengan ketentuan sebagai berikut :
  a. Data truk, pengemudi, dan penggantinya.
  b. Nomor dokumen versi klien.
  c. Tempat kejadian.
  d. Alasan penggantian.
     
 
 
             
                                     
BintangFajar.Com  
|
|
|
|
|
|
|
|
sitemap |
 
 
copyright (c) bintangfajar.com 2011-2012
 
all rights reserved